adek kecil di ujung dunia

Dear adek kecil di ujung dunia…

hari ini nambah umur ya?
:)…

moga-moga diberkahi Allah, tiap detik dan tiap detail perjalanannya…

-jangan nakal ya :)-
(kalimat ini offensiva ga si?)
aku sering banget bilang kalimat ini kayanya :D, 
lebih karena… aku ngerasa,buat seorang kakak, adek segede apa pun tetep -adek kecil-
🙂
baik -baik disana…
inget Allah terus…

oh kalo hari ini aku ga bilang apa-apa.. 
bukan karena aku nggak inget tanggal ulang tahun adek, tapi aku lupa ini tanggal berapa 😀

Catatan mahasiswa perantauan : angkut-angkut.

Salah satu pelajaran paling berharga bagi saya, dengan menjadi mahasiswa perantau adalah -kemandirian-. Nampak klise memang. Tapi hal itu memang jadi pelajaran sehari-hari, mandiri dan jangan manja.

Pekan lalu saya membeli kursi dan meja kerja, dari halaman jual beli mahasiswa. Secondhand, murah meriah :). Penjualnya seorang mahasiswi, yang sudah selesai nampaknya kuliahnya. Dia harus segera pindah dari apartemennya di kampus, yang artinya mengosongkan si apartemen dan mengembalikannya ke kondisi awal seperti saat dia masuk, ini termasuk mengecat ulang apartemennya, dan mencopot lantai laminar, –kalau dia masang-. Soal mengecat, saya melihatnya langsung pas mengambil meja dan kursi.  dan tentu saja nggak ada mamang-mamang yang bisa dimintain tolong untuk ngecat, semuanya dilakukan sendiri oleh si mbaknya 😀

kembali ke kursi dan bangku, tantangannya adalah, bagaimana cara memindahkan benda-benda ini ke rumah saya, yang jaraknya lumayan dari kampus?? 

sebenarnya ini nggak jauh si, 5km saja. Namun, berhubung disini nggak ada angkot ataupun tukang becak, semua perlu dipertimbangkan matang-matang. saya dapat solusi, tepatnya untuk sementara titip ke keluarga temen yang rumahnya di kampus, sebelum memindahkannya secara bertahap ke rumah.

Ini proses tahap I:

Image

Image

yup, si kursi di ikat di sepeda, berhubung si kursi cukup menghabiskan space, di belakang punggung, jadinya menurut saran teman saya. si ransel, dibonceng di depan stang saja :).

Sempat berhenti beberapa kali di perjalanan, membetulkan posisi ransel dan kursi agar seimbang. overall saya happy :). hal hal kaya gini akan sulit saya pelajari di indonesia 😀