Shaum di hari Jum’at

Dini hari tadi saya mencari aturan yang mengatur tentang shaum di hari Jum’at. Saya tadinya berniat shaum, namun terasa kurang enak badan semenjak semalam, sehingga saya pun ragu apakah besok saya melanjutkan shaum atau tidak. Saya pernah mendengar bahwa jika shaum di hari Jum’at dan batal di tengah-tengah, maka berdosa.

Terlalu banyak berita simpang siur selalu membuat saya ingin mencari  sumber hadist nya langsung, setelah “gugling-gugling”, ketemu dengan hadist ini dari kumpulan hadist Shahih Muslim 

Muhammad b. ‘Abbas b. Ja’far reported: I asked Jabir b. ‘Abdullah (Allah be pleased with both of them) as he was circumambulating the House (Ka’ba) whether the Messenger of Allah (may peace be upon him) had forbidden the fasting on Friday, whereupon he said: Yes, by the Lord of this House.(2543)

 

Muhammad b. ‘Abbas b. Ja’far reported that he asked Jabir b. Abdullah (Allah be pleased with them), whether he had heard like this from the Apostle of Allah (may peace be upon him).(2544)

 

Abu Huraira (Allah be pleased with him) reported the Apostle of Allah (may peace be upon him) as saying: None among you should observe fast on Friday, but only that he observes fast before it and after it.(2545)

 

Abu Huraira (Allah be pleased with him) reported Allah’s Apostle (may peace be upon him) as saying: Do not single out the night (preceding) Friday among the nights for prayer and do not single out Friday among days for fasting but only when anyone among you is accustomed to fast (on dates) which coincide with this day (Friday).(2546)

… setiap saya mencari tentang dalil atau hadits di internet, saya mencoba untuk berhati-hati. karena saat ini banyak halaman-halaman di internet yang memuat dalil atau keterangan tentang Islam namun tidak jelas sumbernya. ada yang ternyata kata-kata mutiara, namun karena sering didengar lantas disebut hadist, ada yang yang mencatut berita tentang mukjizat namun sumbernya tidak valid, dll.

tentu saja saya pun mengetahui cara saya ini masih jauuuuuuuh dari cukup. harusnya belajar tentang hadist dan Al Qur’an langsung. namun upaya saya saat ini dalam mencari dalil/ hadist  yaitu… saya biasanya mencari hadist-hadist dari kitab shahih Bukhari atau shahih Muslim, atau kitab hadist yang dinyatakan shahih. selain itu saya pun mencari nomor hadist nya. Terakhir, sebelum saya sudahi pencarian saya biasanya mengkroscek lagi isi dari nomor hadist tersebut..  

Advertisements