tentang – AWAS!! ketabrak pesawat terbang-

Jam 4.00 sore @ KPRG, dari kejauhan sayup-sayup terdengar lagu geregetan, “Sherina, sherina..” ujar seseorang teman, lalu seperti termotivasi beberapa dari kami bangkit.(tipikal cowok elektro >:-D )

Mau melihat Sherina di kampus :D.

meskipun heran juga karena kalau menurut perkiraan harusnya sherinanya belum muncul 😀

Cepat- cepat saya membereskan laptop saya dan semua barang. Lihat sherina trus langsung pulang :D.

 

Saya bertiga menuruni tangga, sama edwar dan andre.. buru- buru menuju cc, sambil ngobrol…

tentang sherina 😀 yang “kecepetan” munculnya, dan dugaan bahwa suara-suara tadi hanyalah check sound saja.

 

Meskipun begitu tetap saja kami mempercepat langkah :D.

 

Sampai di CC ….jreng jreng jreng… ternyata bener Cuma check sound, sherina-nya ga ada di panggung

 

-_____________________-‘’

 

Ah, kecewa, tapi ya sudahlah, saya memutuskan untuk pulang. Edwar pulang, andre ke ATM.

 

Saya jalan sendirian, menyusuri trotoar depan parkir sipil, tiba-tiba ada perasaan, meninggalkan sesuatu. cek tas. “arrgh, ternyata bener harddisk sama modem ketinggalan” , males- malesan saya berjalan gontai kembali ke KPRG.

 

Melewati boulevard, saya ngintip-ngintip, siapa tahu…. Sherina nya sudah datang 😀 hehe… dari jauh, terdengar acara sedang dipandu MC, dua orang wanita, mau bagi-bagi buku katanya. Bingung saya, mc nya gak keliatan dimana, di panggung gak ada, di lapangan gak ada, mungkin di tenda kecil depan panggung.

 

Dalam hati, pengen juga saya buku gratis :D,

“Buku ini akan diberikan kepada orang yang mau memberikan pendapatnya mengenai acara ini …” kata MC,

waduhh batal dah nekatnya soalnya sy g tau jelas acaranya…

Tiba-tiba

“Kami sudah memukan orang yang beruntung untuk mendapatkan buku itu… ” kata MC

(dimana sih tu mbak2 ngomong ko ga keliatan.. :-/ )

 

banyak pesawat Styrofoam berkeliaran dan… eittttttttttt …hampir kena kepala saya .

#:-s hafyuh

Saya merunduk dan menghindar.

“eh mbak jangan pergi” kata MC lagi…

 

“heeeeeee” (<< yang ini saya…)

😮 😮 😮

 

baru nyadar ternyata mbak2 itu tadi ada di boulevard,

dan orang yang dimaksud mbak-mbak itu tadi adalah saya,

 

bingung sekaligus terkejut hafyuh.. (sama aja :D)

berasa artis, tiba-tiba saya dikerubungin mbak-mbak yang bawa mc, dan mas-mas yang bawa kamera..

 

Grogi!!! :-$

Sampai berembun kaca mata saya, -ngos-ngosan. Lalu mereka pun menanyakan tentang pendapat saya mengenai acara itu.

 

-Haduhh kepala saya ngehank!!-

Saya pun menjawab sekenanya, semoga tetep oke! 😉

Dan saya mendapatkan hadiah sebuah buku.. berjudul

“Awas!Ketabrak Pesawat Terbang” karya Chappy Hakim

Dari judulnya menarik :D,

dan saya menjadi merasa bersalah karena menjawab sekenanya tadi 😦

 

jadi …

 

Okey… sekarang saya mau jawab serius,

Pertanyaan nya : gimana pendapat kamu tentang acara ini,

Jawabannya: saya gak tahu detail acaranya… namun kalo ditanya pendapat… saya jawab deh, sama kaya jawaban sy tadi siang, tapi saya tambahin, soalnya alhamdulillaah udah g ngehank kepala saya.

 

“menurut saya acara seperti ini, ataupun acara apapun yang berkaitan dengan teknik penerbangan di Indonesia, harus terus dilakukan. Teknik penerbangan Indonesia, harus bangkit lagi!… masih teringat saya, kejadian ‘pelumpuhan’ IPTN … tapi saya optimis dunia penerbangan Indonesia akan maju lagi, karena kualitas produk penerbangan di Indonesia sudah dikenal, di seluruh dunia bahkan, hanya orang Indonesia saja yang kadang masih suka malu dan gak pede sama produk dalam negeri. Plus tambahan masalah kebobrokan di regulasi dan birokrasi. Tapi okelah… sudah cukup kita paham dan ketahui itu… anak sd juga tau banyak kebobrokkan di Indonesia. Tapi, jangan sampai itu bikin kita mundur. Kita harus tetep berdiri dan bertahan untuk ngebangun masyarakat kita.

 

Maju terus penerbangan Indonesia!!!!!! ”

 

 

 

Malu sekarang gak apa apa, tapi jangan mundur dan kabur…,

kita harus berusaha untuk memastikan bahwa keboborokkan itu ga akan pernah melewati generasi kita,

gak akan pernah lewat dan gak akan kita wariskan ke generasi setelah kita…

InsyaAllah…

Life is a choice,

Masing-masing boleh milih mau jadi penonton, pendengar, komentator, pemain protagonist, atau antagonis.

 

percayalah lelah ini hanya sebentar saja..

 

ma’ manggo and midnight

23.30

My eyes were focusing on laptop monitor, reading some information about letter of motivation, while I heard steps come closer to me,
I turn my head and found my mother… walks towards me while her eyes and hands focus in peeling a manggo.

after we close enough she give me a slice.. then cut a smaller slice for her,
from other room my father call her and ask for another slice, then she walks to my father
in few seconds she come back to me and give me the last slice of the manggo,

without any hard face’s expression, she keep walking and give us slices of her only manggo, Thank God, that only my father and I that still awake at that time.

“ma, thank you for everything,
for always thingking of us first and always put yourself in the second ”

-even when you only have a manggo at this time in the middle of night-

loveisyou ma’ 🙂

… feel safe…

[lagi beberes HD ext, nemu tulisan lama]

——————————————————–

Beberapa hari yang lalu, tepatya senin 12 April 2010, saya berdiskusi santai dengan kaprodi saya (serasa masih mahasiswa :D), kaprodi Teknik Elektro, Bapak Yudi Satrio Gondokaryono. Beliau membagi banyak pengalamannya, perjalanan beliau jadi engineer.

Diskusi sebenernya diawali dengan pertanyaan ringan,seputar kebingungan saya pengen ngelanjutin kuliah dengan kebutuhan masyarakat saat ini dari seorang anak bangsa yg berpofesi sebagai engineer, ini sebagian hasil diskusinya:

kita harus ngebedain antara mana yang kita inginkan dan apa yang masyarakat butuhkan. Untuk jadi  seorang engineer harusnya kita g perlu ngitung berapa banyak temuan kita, tapi berapa banyak masalah yang kita selesaikan. Ketika masih jadi mahasiswa kita memang di encourage untuk berkreasi sebebas2nya, imajinasi kita dibebaskan, namun kalau ingin jadi engineer sebenarnya tempatnya bukan di kampus, tapi d luar sana. Menyelesaikan permasalahan yag sesungguhnya.

Kita harus punya idealitas, tapi jangan naïf dengan kondisi yang ada. Maju terus aja semuanya berproses, dan setiap orang punya jalan dan tahapan masing2. Kadang kita seringkali ga sabaran, ingin lihat dan dapat hasil dengan cepat, padahal semuanya ada waktunya. Kesalahan itu cuma ada di persepsi kita, sesuatu yang salah belum tentu buruk untuk kita, bias jadi itu memang tahapan yang harus kita lewatin.

Ga masalah pindah2 bidang, itu hal biasa, dalm berproses, kita harus nemuin dan nentuin bidang yang bener2 passion kita, dari dalam diri, yang akan membuat kita tetap bertahan dalam kondisi apapun, itu internally.

—–

Hal lain yang sangat saya ingat, ketika beliau bilang “satu2nya hal yang membuat saya bertahan disini itu cuma satu, karena saya sayang sama kalian, itu aja.“ ..

Humm pernyataan beliau ini, sama sekali g gombal, insyaAllah. Saya rasa semua mahasiswa yang pernah kenal beliau, pernah masuk kelas beliau, (atau anak2 KPRG :D) bisa merasakan hal ini.Beberapa hari setelah diskusi itu saya masih suka ingat waktu diskusi sm beliau, semangat tiap kali ingat diskusi itu, saya masih terus mikir2 kenapa ya…, berpikir, dan mencoba menyimpulkan, saya Cuma bias bilang memiliki dosen-dosen seperti beliau, membuat mahasiswa merasa aman (makanya judulnya “feel safe”). Merasa aman buat berkreasi, merasa ada yang akan menjaga, akan melindungi dari bahaya, ada yang ngingetin saat salah dan lain2.

Ada kalanya mahasiswa salah, aneh, males, ada saatnya dosen marah, persis kaya orang tua sama anaknya .rasa sayang antara satu sama lain, bikin semuanya berbeda -tiap orang punya kesimpulan masing2 tentang ini- .

Ini adalah salah satu hal, yang selalu membuat saya merasa bersyukur, diberi kesempatan sama Allah sekolah di Teknik Elektro ITB, mengenal orang-orang hebat, ketemu dosen2 luar biasa, Staf-staf Teknik elektro yang ramah, kekeluargaan dan g pernah memperumit birokrasi 😀

Continue reading