takut dan hati-hati itu bedanya tipis,
setipis beda antara nekat dan berani,
susah menklasifikasikan diri saya di kategori yang pertama,
entah penakut, entah hati-hati, yang pasti saya seringkali kelamaan mikir
-__________________-,
—————————————————————————————-
sedang berusaha keras untuk tetap proporsional,
misal setiap kali menjaga keponakan, berusaha proporsional
antara menjaga keamanannya, tanpa mengurangi ruangnya untuk berkreasi
memang berusaha mengambil sikap di pertengahan itu tidak mudah,
———————————————————————————————–
begitupun setiap kali ada yang bertanya/ minta pendapat,
sekalipun perasaan saya punya kecenderungan terhadap satu pilihan, atau cenderung sangat tidak setuju terhadap satu pilihan, saya berusaha mati-matian untuk tidak ngotot dengan pendapat saya (kecuali untuk hal-hal yang fundamental), karena saya sadar, saya tidak pernah tahu yang terbaik untuk orang lain, siapapun itu, sedekat apapun mereka dengan saya. meskipun kadang pengen maksa dan jadi resah sendiri juga
saya cuma bisa menyadari,
tidak mungkin ada orang yang akan selalu sama-sama, tidak mungkin ada orang yang jalan hidupnya persis sama dengan saya, tidak mungkin memaksakan orang untuk ikut pikiran yang sama dengan saya, untuk ikut terus dengan jalan pikiran saya. ( meski secara default, standar rasanya, ketika manusia merasa apa yang dipikirkan/dilakukan itu benar dan baik, dia akan sangat ingin membawa manusia di lingkaran terdekatnya)
tapi Allah melarang kita untuk memaksa, dalam hal sepenting keyakinan saja Allah melarang manusia untuk saling memaksa, apalagi untuk hal lainnya.
suka inget lirik Air supply
I don’t want to let you down ,I don’t want to lead you on
I don’t want to hold you back ,from where you might belong
pada akhirnya kepada-Nyalah saya sampaikan semua,
Yaa Allah, saya memohon kepada-Mu, untuk menjaga mereka,
orang-orang yang saya cintai,
saya yakin kami pasti berpisah,
dan tidak akan ada jalan pertemuan lagi kecuali di jalanMu,
kecuali dengan izin Mu,
karena Engkaulah satu-satunya muara perjalanan,
dimanapun mereka berada, jalan apapun yang mereka tempuh,
saya memohon pada Mu, perlindungan atas mereka,
dan tuntunlah kami, untuk pulang kepadaMu,
untuk berjumpa denganMu,
izinkan kami bertemu kembali kelak,
sebagai saudara dihadapanMu,
berkahilah setiap detik usianya, dan setiap detail ikhtiyarnya,
aamiin aamiin aamiin,
saya sadar, meskipun ingin saya tidak akan kuasa menjaga mereka, orang-orang yang saya cintai, kecuali dengan izinMu saja Yaa Allah.
only You, know how, to hear me trough the silent
baguuuuss!!
izin ngutip ya blognya..
akan dicantumkan sumbernya kok
jadi terharu sayah
:’-)
semangat ditooooo!!!