Masa- masa sekarang ini, berita tentang UAN lagi hot-hotnya dibahas dimana-mana…
angka ketidaklulusan yang meningkat fantastis (sampai 2 kali lipatnya),
diikuti dengan jatuhnya mental para peserta.. yang gagal, stress lah, sakit lah…
ckckck bener-bener horror…
saya dari awal emang sudah ngotot g setuju nih sama mekanisme UAN ini, dulu tiap masa-masa pengumuman saya suka mikir : saat ini, mendiknas pasti lg banyak yang g suka nih
***
Banyak pengamat pendidikan dan pemerhati anak yang mengamati fenomena ini dari sisi psikologis para peserta gagal UAN, saya : mau melihatnya dari sisi yang lain.
***
menurut saya:
Mekanisme UAN ini menghancurkan sendi-sendi pembangunan generasi muda dengan tingkat kerusakkan yang sangat-sangat-sangat parah. Rusak sekali!!! Kalau dibandingkan.kejahatan, di bidang pendidikan jauh lebih fatal daripada kriminal macam perampokan, karena kejahatan pendidikan merusak masa kini dan masa yang akan datang. merusak generasi muda yang bertanggung jawab atas masa depan.
Dibandingkan masalah psikologis peserta yang gagal UAN, saya lebih konsen ke masalah contek-mencontek.
Sudah menjadi RAHASIA UMUM bahwa contek-mencontek menjadi sebuah hal yang diorganisir dalam perhelatan akbar UJIAN NASIONAL. Pelaku nya bukan sekedar siswa dan siswa lagi, namun, guru, pegawai, aparat diknas dll.
tanya kenapa???
Sempat saya berdiskusi dengan seseorang yang bekerja di sebuah SMA, beliau mengatakan iya, memang hal itu terjadi, dan teroganisir dengan rapi, pelakunya melibatkan hampir semua elemen sekolah. siswa, guru , dan pegawai.
ARRGGGGHHH sungguh benci saya mendengarnya,ingin marah tapi memang kondisi sekolah itu sangat berbeda sama sekolah saya dulu, yang siswa2nya siap dengan UAN. Sekolah itu cuma satu dari sekian banyak sekolah2 lain yang dari awal sudah bilang g sanggup untuk ikut UAN dengan std yg sama dengan sekolah-sekolah favorit. Sekolah yang rata2 siswanya berasal dr kalangan menengah ke bawah, yang fasilitasnya g “numero uno”, mereka g siap untuk standardisasi UAN, g siap dengan konsekuensinya juga: siswa banyak yg g lulus, harus mengulang ujian, atau mengikuti program lain yang artinya nambah biaya buat orang tua, yang hidupnya pun sudah pas-pasan…
kalau sudah begini, what do you think they should do?
para pejabat dari diknas dengan mudah saja bilang dan menghimbau orang untuk mengerjakan ujian dengan jujur dll. saya tidak sedikitpun membenarkan tindakan mencontek dalam UAN di level manapun, sekecil apapun, buat saya itu tetap kriminal!!!
saya tahu, bahwa kejujuran itu berasal dari pribadi masing-masing.
Namun, Allah pun tahu bahwa manusia itu lemah dalam menghadapi godaan, makanya Allah bikin sistem dan aturan yang dapat menolong manusia untuk berbuat jujur, dipaksa, diciptakan kondisi.
kalau fenomena sekarang???? udah tau manusia lemah, malah dibikin sistem2 yang ujungnya bikin manusia jujur makin susah hidup!!!
Pemerintah harusnya bukan cuma menghimbau, tapi membuat sistem, yang membuat masyarakat bisa lebih baik.
***
kalau saja mereka menyadari bahwa sistem seperti itu melahirkan bibit-bibit koruptor masa depan.
Saya berdiskusi dengan dosen saya, dan beliau mengiyakan bahwa fenomena mencontek makin marak di kampus.
arrgghhh. pengen marah.
Terima kasih kepada para aparat yang bikin sistem kaya gini… terima kasih karena membuat kerja generasi masa depan makin sulit. sampai jumpa di pengadilan akhirat, saat setiap detail kebijakan yang anda buat akan dipertanggung jawabkan!!!
________
nden
orang biasa
Saya sendiri hidup di jaman UAN Nden, mulai dari UAN SD, SMP, SMA, sampai SPMB. Tetapi saya sendiri belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri fenomena-fenomena kecurangan terorganisir itu. Kalau sesama teman saling melempar catatan, atau bisik bisik tetangga tentang jawaban nomor sekian tentu sering melihat.
Aneh ya, padahal beritanya begitu santer dan pengakuan pelaku sudah demikian banyak. Tetapi alhamdulillah belum pernah bertemu hal-hal seperti itu.
hi nden
imho, kalau aku liat dari sisi yg lain lagi
dengan adanya UAN, setidaknya guru juga punya tanggung jawab profesi (dengan cara yg benar tentunya) tidak sekedar menyampaikan materi, tetapi membuat murid mengerti (susah bagian ini)
selain itu, jadi ada penghargaan lebih buat murid-murid yg mau belajar keras, masak yg belajar bener sama yg pacaran doang hasilnya sama aja? ga fair jg..
trus kenapa kalo ada yg ga lulus diblow-up media gede-gedean, sedangkan yg berhasil engga ada respek? sampe akhirnya presiden sendiri yg telpon mengucapkan selamat, baru diekspose.. emang lebih mudah liat keburukan kali ya daripada keberhasilan orang lain?